Terkait Buruknya Infrastruktur Jalan Di Desa Bamasco, Mulyadi Kembali Angkat Bicara: Harus Ada Langkah Strategis

Musirawas- Mitra Keadilan.com
Menanggapi pemberitaan kerusakan Jalan penghubung di Desa bamasco Menuju Desa Megang Sakti 3 Kecamatan Megang Sakti kabupaten Musi Rawas beberapa waktu lalu koordinator lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Pembangunan Daerah (LSM-PPD) kembali mengeluarkan statemen yang intinya mendesak pemerintah kabupaten Musi Rawas sesegara mungkin melakukan perbaikan Senin, (19/03/2023)

Diberitakan sebelumnya beberapa warga dan para pengguna jalan mengeluhkan buruknya akses jalan yang mereka lalui, sehingga mengakibatkan terganggunya aktifitas keseharian mereka. Menurut sumber, saat ini kondisi jalan sangat memperihatinkan. Selain berlubang, kubangan tanah lumpur bercampur air menambah memperparah kerusakan, kerusakan juga diperparah oleh genangan dan gerusan air akibat curah hujan yang tinggi. Saat ini kondisi jalan nyaris putus yang apabila tidak segera diperbaiki bisa menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi warga, khusunya para pengguna jalan.

Selain itu jarak tempuh akan menjadi lama akibat antrian kendaraan, buruknya kondisi ruas jalan juga membuat warga yang memiliki kendaraan sering mengalami kerusakan. Tak hanya itu mobil warga dan sepeda motor yang terperosok dan keluar dari badan jalan menambah keluhan warga. Untungnya hingga saat ini belum ada korban jiwa. Karenanya mereka meminta pemerintah untuk segera memperbaikinya.

Atas dasar pemberitaan serta keluhan warga yang sempat viral beberapa hari yang lalu serta adanya beberapa keluhan warga dan para pengguna jalan inilah menyebabkan kinerja Pemerintah kabupaten Musi Rawas saat ini langsung menyedot perhatian serta sorotan dari masyarakat, bahkan kritikan sekaligus saran dari warga bahkan salah satu Lembaga yang konsen dengan Pembangunan di Kabupaten Musirawas pun Langsung angkat bicara. Tentunya tak asing bagi kalangan umum warga Musi Rawas. Nama Lengkap Mulyadi Mahmud asli putra Daerah Musi Rawas tepatnya Desa Sukamerindu Kecamatan Suku Tengah Lakitan Ulu STL.Ulu) adalah ketua salah satu Lembaga Pemerhati Pembangunan Daerah (PPD).

Disela-sela kesibukannya, Minggu 19 Maret 2023 awak Media sempat menemuinya sekaligus langsung menanyai serta meminta tanggapan terkait masalah buruknya Infrastruktur jalan di Kabupaten Musi Rawas.

Dijelaskan Mulyadi , infrastruktur jalan selain akses vital bagi para pengguna jalan juga merupakan sarana penting sebagai akses transportasi guna menunjang perekomian warga. Selain itu lanjut Mulyadi ruas jalan yang rusak dan berlubang selain dapat menggangu kenyamanan dalam berkendara juga bisa membahayakan bagi para penggunanya dan warga lain yang melintasi dijalur itu.

Karenanya ia menyarankan seharusnya pemerintah segera bertindak cepat mengatasi masalah ini.” Saya minta pemerintah Daerah segera memperbaiki ruas jalan yang rusak jika tidak segera diperbaiki akan berdampak buruk bagi masyarakat selain menggangu kenyamanan, jalan rusak dan berlubang bisa membahayakan keselamatan para penggunanya selain menghambat perekonomian warga,”ujar dia.

Tak hanya itu menurut sosok pria yang tegas dan humoris ini, Pemerintah setempat dalam hal ini Dinas terkait untuk segara melakukan upaya perbaikan. Jika pemerintah lamban dalam penanganannya, ia khawatir akan terjadi hal yang membahayakan seperti kecelakaan yang bisa menelan korban. “saya hanya mengingatkan sebelum terjadi hal -hal yang tidak kita harapkan. Terjadinya kecelakaan misalnya, bisa menelan korban dan tentunya kita tidak menginginkan hal itu terjadi,” kata dia. Oleh sebab itu ia menghimbau kepada warga dan para pengendara baik roda empat maupun roda dua agar lebih berhati -hati ketika melintasi dijalur tersebut.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Pak Mul yang juga dikenal sebagai Tokoh masyarakat sekaligus Pemerhati Pembangunan Daerah Musirawas, Kota LubukLinggau dan Sekitar ini menjelaskan tentang beberapa penyebab sekaligus memberikan saran kepada semua pihak terkhusus Pemkab Musirawas, agar secepatnya mengambil langkah dalam menyikapi keluhan warga apalagi terkait kebutuhan vital semisal jalan,”harus ada langkah Strategis,” dalam menangani masalah jangan sampai ada “Stigma” (kesan negativ) masyarakat. Begitu juga kepada warga Musirawas tanpa terkecuali harus berperan aktif dalam mengawasi pembangunan. Pengawasan terkait pembangunan tidak tertuju kepada sebuah lembaga atau pemerintah saja tentu saja harus ada peran aktif masyarakat sesuai amanat Undang Undang.

Dikatakan diantara faktor penyebab kerusakan Infrastruktur jalan menurut Mulyadi selain minimnya anggaran bisa juga disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat tentang lalu lintas pengguna jalan. Ia mencontohkan kerusakan jalan bisa disebabkan oleh kendaraan roda empat yang melebihi tonase seperti kendaraan beban berat atau truck-truck pengangkut buah kelapa sawit yang melebihi kapasitas. Selain itu terjangan air akibat tingginya curah hujan ikut mempercepat kerusakan.

Karenanya dia menghimbau pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat menindak tegas bagi para pengguna jalan yang melanggar,” jangan abai katanya, karena ini terkait hajat hidup orang banyak. Saat ini banyak kendaraan berat truck pengangkut buah kelapa sawit melebihi tonase yang telah ditetapkan padahal ada rambu yang menentukan, jalan itukan maksimal seberat 8 ton, tidak boleh melebihi dari ketentuan,” terang Mulyadi.

Ia juga berharap serta menghimbau kepada semua pihak, warga, tokoh masyarakat, dan “Stake holders” (pemangku kepentingan) bersama Pemerintah kabupaten Musirawas secara bersama-sama untuk membangun serta memelihara hasil-hasil pembangunan khusunya Infrastruktur Jalan dan jangan saling menuding antar pihak.

“Ada kesan Pemerintah yang dikambing hitamkan. Padahal tidak semua masalah harus diselesaikan oleh Pemerintah,peran masyarkat tentu ada. Warga Desa, warga lainya dan para pengguna jalan harus sama-sama menyadari, semua sudah ada aturan dan ketentuannya. “Jangan ada kesan selalu pemerintah yang disudutkan , apalagi “menjust” (Ponis) Kita harus imbang, kendaraan beban berat dilarang melintas, tapi kenapa masih ada yang lewat, kenapa warga yang melihat tidak mencegahnya.” Cetusnya.

Untuk diketahui lanjut Mulyadi, masyarakat juga harus memahami defisit ataupun pengurangan anggaran yang dilakukan Pemerintah pusat secara terus menerus tentu akan berpengaruh pada kebijakan Pemerintah Daerah juga boleh jadi faktor penyebab lambannya penanganan masalah, juga boleh jadi menjadi pemicu buruknya kualitas bangunan infrastruktur. Inilah yang mesti dipahami semua pihak termasuk teman-teman media ataupun LSM, jangan sampai terjadi kesalah pahaman antar pihak. Sebab itulah diperlukan sinergisitas yang yang tujuannya tidak lain untuk saling menguatkan satu sama lain. Sehingga program Pemerintah bisa dilaksanakan dengan baik tanpa banyak kendala.

Dikatakan Mulyadi pemerintah Kabupaten Musirawas saat ini sedang dan terus melakukan berbagai macam pembangunan Infrasruktur namun dengan segala keterbatasan anggaranlah terkadang membuat Pemerintah tidak dapat memenuhi target atau capaian yang hendak dibangun.

“Harus kita akui, bahwa ada banyak program pemerintah yang sudah dilakukan, namun tidak semua target bisa dicapai dan juga tidak seluruh keinginan dan harapan masyarakat dapat terpenuhi, yang pasti Selain bangunan Fisik juga non fisik yang tentu dari itu semua sedikit banyak sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Kabupaten Musirawas.”ya… semua tentu ada plus minusnya,” ucapnya Mulyadi menutup pembicaraan.
(Red/Fauzan).

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *