Terkait Berita Viral, Kepala Desa dan Camat Batang Mesumai Jadi Bungkam

Merangin Jambi – MitraKeadilan.com

Menanggapi pemberitaan Pendamping Desa Melakukan Jual beli Jabatan dan menjanjikan mampu untuk memberikan posisi tertentu kepada calon perangkat Desa, di Desa Rantau Alai Kecamatan Batang Mesumai kabupaten Merangin Jambi beberapa waktu lalu awak media melakukan konfirmasi kepada kepala desa dan camat agar mendapatkan informasi lebih lanjut Rabu, (22/03/2023).

Diberitakan sebelumnya warga desa Rantau Alai sudah menjadi korban dan merasa sangat tertipu karena ulah Oknum Pendamping Desa yang sudah meminta Uang Berjumlah Rp.2.000.000, – kepada calon perangkat Desa dan menjanjikan mampu memberikan posisi Kasih Pemerintahan  tapi janji tidak terpenuhi malah dia hanya diposisikan sebagai Staf biasa.

Atas dasar pemberitaan serta keluhan Calon Perangkat Desa yang merasa ditipu dan sempat viral beberapa hari yang lalu serta adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh Oknum Pendamping Desa, membuat awak Media melakukan konfirmasi kepada kepala desa dan camat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai dugaan kasus yang melibatkan Oknum Pendamping Desa.

Ketika awak media mendatangi kantor desa untuk menemui kepala desa, berdasarkan keterangan perangkat Kepala Desa tidak ada ditempat, mendapati perjalanan yang tidak sesuai harapan awak media berusaha berkomunikasi dengan kepala desa via whatsapp tapi kepala desa menjadi bungkam dan tidak memberikan tanggapan terkait klarifikasi dan konfirmasi dari awak media bahkan sudah berulangkali dihubungi kepala desa tidak menjawab panggilan dari awak media

Karena tidak mendapatkan respon dan tanggapan dari kepala Desa Awak Media Berinisiatif untuk meminta klarifikasi dan konfirmasi Ke Camat dan dihari yang sama awak media mendatangi kantor Kecamatan Batang mesumai, ironisnya camat juga tidak ada ditempat dan awak media meminta konfirmasi via whatsapp dan tidak mendapatkan respon dan pesan konfirmasi dari awak media seakan diabaikan bahkan sudah berulangkali juga dihubungi camat tidak menggubris panggilan dari awak media

Dengan tanggapan yang dilakukan oleh 2 (dua) pejabat penting di wilayah kecamatan yang menjadi bungkam menimbulkan pertanyaan besar terkait kasus Oknum pendamping Desa yang tengah menjadi perbincangan hangat belakangan ini tentunya akan menimbulkan pro dan kontra ditengah masyarakat serta akan membuat opini-opini hangat dikemudian hari.

Pada saat dalam perjalan pulang secara kebetulan awak media bertemu dengan keluarga ZK yang menjadi korban dan sempat berbincang-bincang mengenai permasalahan yang dialaminya.

ditengah percakapan AD (36) menyampaikan jika dia sangat menyayangkan atas kejadian yang alami oleh ZK beberapa waktu lalu, dengan nada kesal dan penuh harap langsung mencetuskan kepada awak media “kami merasa kecewa atas perbuatan pendamping desa itu, harus menjual beli jabatan yg bagusnyo di lapor ke APH la biak Dio tau raso” Ungkapnya dengan logat daerah yang kental

Ironisnya lagi sampai berita ini ditayangkan kepala desa Rantau Alai dan camat Batang Mesumai belum menjawab konfirmasi dari awak media (Amad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *