
Lubuklinggau, Mitrakeadilan.com – Syahdana (32) siram tubuhnya dengan minyak lalu bakar diri hingga tewas, di rumahnya Jalan Kenanga II Permai 9, RT 03, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Rabu (2/10/2024) sekitar pukul 23.50 WIB. Tampak korban saat dibawa ke rumah sakit.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Bobby Kusumawardhana melalui Kasat Reskrim AKP Hendrawan mengatakan, pasca kejadian korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau. Petugas medis menyatakan, korban alami luka bakar 90 persen.
“Sempat mendapat penanganan medis, nyawa korban tak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 3 Oktober 2024 sekitar pukul 03.30 WIB,” kata Kasat Reskrim, Kamis (3/10/2024).
Dijelaskan, berawal ketika adik kandung korban yang bernama Rama Aidil Fitriansyah (30) tinggal di Jalan Jenderal HM Soeharto, Kelurahan Tanah Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, mendapat telepon, pada Kamis, 3 Oktober 2024 sekitar pukul 00.00 WIB. Percakapan telepon itu memberitahukan, bahwa korban membakar diri di rumah orang tuanya.
Kemudian Rama langsung datang menuju tempat kejadian perkara (TKP) yang merupakan rumah kedua orang tuanya. Sesampai di TKP, dia melihat kakaknya sudah tergeletak di lantai areal dapur dalam keadaan mengalami luka bakar. “Setelah itu membawa korban bersama dengan tetangga ke rumah sakit,” jelasnya.
Dijelaskan Kasat, dari penuturan Rama, sejak ibunya meninggal, korban mengalami depresi dan sudah beberapa kali melakukan berobat jalan di rumah sakit.
“Sejak kedua orang tuanya meninggal, korban tinggal di rumah itu bersama dengan kakak kandungnya yang bernama Teguh,” ungkapnya.
Dilanjutkan, berdasarkan keterangan saksi Edi Yansyah (penjual BBM) menjelaskan, sebelum kejadian pada Rabu, 2 Oktober 2024 sekitar pukul 23.30 WIB, korban datang seorang diri dengan berjalan kaki ke lapak dagangannya. “Saat itu korban membeli bensin Rp 30 ribu,” terangnya.
Saat membeli bensin, korban tidak membawa kendaraan dan tidak membawa jeriken tempat menampung minyak. Lalu penjual BBM menuangkan bensin ke dalam kantong plastik bening, dan diberikan kepada korban. Setelah membeli BBM, korban kemudian pulang ke rumah.
Sesampai di rumah, lalu korban langsung menuangkan bensin tersebut dari kepala hingga membasahi sekujur badan. Selanjutnya langsung menghidupkan korek dan membakar diri.
“Korban sempat ditolong oleh kakaknya yang bernama Teguh dengan cara menyiramkan air kepada korban,” pungkasnya. (*)












