News  

Masyarakat Suka Raya Gelar Aksi Demo, Tolak Kepanitiaan Pembangunan SMP dari Luar Daerah

MUSI RAWAS, SUMSEL – Mitra Keadilan |

Puluhan warga Desa Suka Raya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, menggelar aksi demonstrasi di lapangan Sekolah SMP Negeri Suka Raya pada hari ini, Senin (29/9). Aksi massa ini dipicu oleh penolakan masyarakat terhadap Ketua dan Bendahara panitia rehabilitasi pembangunan sekolah yang dianggap berasal dari luar daerah.

​Masyarakat menuntut agar dua posisi kunci dalam kepanitiaan, yang semula dipegang oleh pihak dari Bukit Ulu Kecamatan Karang Jaya, Muratara atau dari luar daerah segera diganti. Tuntutan utama warga adalah menunjuk warga asli Desa Suka Raya untuk menjabat sebagai Ketua dan Bendahara, dengan alasan untuk menjamin transparansi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek pembangunan sekolah di wilayah mereka.

​Aksi yang berlangsung damai tersebut kemudian berlanjut dengan sesi mediasi yang digelar di kantor sekolah setempat. Mediasi ini dihadiri oleh sejumlah pihak penting dari unsur pemerintahan dan keamanan, menunjukkan keseriusan dalam penanganan permasalahan.

​Tampak hadir dalam mediasi, antara lain, Camat STL Terawas, Kapolsek STL Terawas, Kepala Sekolah SMP Negeri Suka Raya STL Ulu: Sunardi, S.Pd, Sekretaris Desa (Sekdes) Suka Raya, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Perwakilan Masyarakat yang sebelumnya menggelar aksi. ​Dalam pertemuan tersebut, perwakilan masyarakat kembali menyampaikan tuntutan utama mereka, yang kemudian berujung pada kesepakatan untuk melakukan perombakan susunan panitia.

​Mediasi mencapai titik temu dengan adanya kesepakatan pergantian susunan kepanitiaan. Syaiful Musa yang sebelumnya menjabat Ketua, digantikan oleh Suhaidi. Sementara posisi Bendahara, yang semula dipegang oleh Abdul Qodar, diganti oleh Syamsul Baini, yang dikabarkan juga merupakan warga Bukit Ulu, Kecamatan Karang Jaya.

​Usai mediasi, Kepala Sekolah SMP Negeri Suka Raya, Sunardi, S.Pd, menjelaskan kepada wartawan bahwa permasalahan ini terjadi akibat adanya miskomunikasi. Ia berharap, dengan tercapainya kesepakatan dalam mediasi ini, masalah dapat terselesaikan dan menjadi solusi terbaik demi kelancaran pembangunan sekolah serta menjaga kondusivitas di Desa Suka Raya.

Penulis/Liputan ; Binsar Siadari