
LUBUKLINGGAU, mitrakeadilan.com – Polisi menetapkan enam tersangka kasus geng motor Lubuklinggau. Para tersangka dirilis oleh Sat Reskrim Polres Lubuklinggau, Rabu 3 Januari 2024.
Keenam tersangka ini ditangkap Tim Macan Linggau dalam beberapa aksi penangkapan, di lokasi dan waktu yang berbeda.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Indra Arya Yudha melalui Kasat Reskrim AKP Hendrawan menjelaskan, pihaknya setelah kejadian langsung bergerak.
Seperti diketahui aksi penyerangan oleh geng motor itu terjadi Minggu 31 Desember 2023 sekitar pukul 02.30 WIB.
Nah, dua jam kemudian setelah kejadian Tim Macan Linggau berhasil menangkap salah satu pelaku penyerangan tersebut.
Kemudian secara bertahap, akhirnya berhasil ditangkap enam orang tersangka.
“Menurut keterangan enam orang ini, masih ada 11 orang lagi anggota mereka,” jelas Kasat Reskrim, Rabu 3 Januari 2024.
Setelah dilakukan penggerebekan terhadap ke-11 orang tersebut, mereka belum berhasil ditangkap, karena sudah keburu kabur.
Ditambahkan Kasat Reskrim, menurut pengakuan para tersangka, mereka salah sasaran.
Awalnya hendak menyerang kelompok yang pernah menyerang mereka alias balas dendam. Namun, ternyata yang mereka serang bukan kelompok yang menyerang.
“Menurut pengakuan, mereka ini bukan kelompok yang pernah beraksi di Taman Kurma beberapa waktu lalu,” ia menambahkan.
Ditambahkan Hendrawan, para tersangka diancam dengan kasus penganiayaan dan pencurian dengan kekerasan, karena juga merampas HP milik korban.
“Selengkapnya, akan kami sampaikan dalam pers rilis,” jelas mantan Kasat Narkoba Polres Lubuklinggau.
Diketahui sebelunya, remaja di Lubuklinggau menjadi korban geng motor, Minggu, 31 Desember 2023 sekitar pukul 02.30 WIB.
Kejadiannya di RT.7 Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, menyebabkan korban menderita luka di kaki kiri.
Korban Muhammad Iqbal (17), sampai dengan Senin 1 Januari 2024 masih menjalani perawatan di RS AR Bunda Lubuklinggau.
“Alhamdulillah kondisi semakin membaik. Kaki saya sudah dioperasi,” kata Iqbal.
Iqbal mencerita bahwa dinihari naas itu, ia bersama empat orang rekannya nongkrong di Pos Ronda. “Kami cuma nak ngerokok di sano,” kata Iqbal.
Ketika mereka sedang santai mendengarkan music di HP dan merokok, tiba-tiba didatangi 5 motor. Mereka yang berbonceng 4 dan ada yang bonceng 3 membawa clurit.
Kemudian geng motor yang diperkirakan mencapai 15 orang tersebut, langsung menyerang Iqbal dan rekan-rekannya.
Namun serangan para gengster tersebut berhasil dihindari. Selanjutnya, seorang pelaku langsung mengejar serta berupaya menyerang leher korban MI.
“Yang bawa clurit nah nyambet ke leher aku. Tapi aku melompat, makonyo keno kaki,” kata Iqbal.
Akibat serangan tersebut, kaki korban MI mengalami luka pada bagian urat kaki hingga putus.
Diceritakan Iqbal bahwa ia sama sekali tidak kenal dengan para pelaku. Makanya, binggung mengapa menjadi korban penyerangan.
Hanya saja, kakaknya mengenali salah satu pelaku penyerangan tersebut.
Oleh rekan-rekannya kemudian Iqbal dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. (*)












