
Kesepakatan Damai Tentara Nasional Indonesia Bersama Masyarakat secara kekeluargaan dengan cara adat kebudayaan yang berlangsung di Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara, sabtu (07/10/2023).sekitar pukul 05 00 Wib.
Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN )Hendra Bahalis bersama Supriyadi anggota LSM KCBI dalam hal ini menuturkan bahwa silaturahim dan pertemuan secara kekeluargaan antara keluarga korban pemukulan oleh anggota kesatuan Tentara Nasional Indonesia berjalan sesuai harapan dengan aman, terkendali dan kondusip yang menghasilkan kesepakatan bersama dalam hal ini anggota(TNI) dan korban( Masyarakat) sama-sama memaafkan serta saling melindungi satu sama lain dalam ikatan Kekeluargaan NKRI, ucapnya

kesepakatan damai antara Masyarakat dan Anggota dilakukan di kediaman korban pemukulan dan disaksikan oleh pemerintah desa setempat, polsek karang jaya, kapos bhabinsa karang jaya, ketua LIN,LSM KCBI Pihak media, perwakilan perusahaan PT.KGS/CLBB, dalam hal ini sekaligus memberi Talih asih kepada Deni hartono korban pemukulan yang dilakukan oleh anngota dalam kehilapan diwaktu bertugas di perusahaan perkebunan sawit milik PT.KGS yang berada di Kabupaten muratara.
Perwakilan masyarakat Bpk Surijal sekaligus pihak keluarga korban menyampaikan dalam kesepakatan damai ini harapan kedepan selepas dari permasalahan ini ke depan si korban Deni bisa di pekerjakan di Perusahaan PT KGS. Ucap nya.
Ketua Tim dari TNI Bapak Sugiharto mengucapkan terimah kasih atas sambutan keluarga dan masyarakat dalam penyambutan kedatangan rombongan dengan rasa kebersamaan sehingga mencapai kesepakatan perdamaian sesuai dengan yang kita harapkan dan berjalan dengan lancar, baik konduksif sampai dengan selesai, kami mintak do’a nya agar selamat sampai tujuan diwaktu rombongan beranjak pulang ke palembang untuk menjalankan tugas kenegaraan kembali, ucap nya.
Keluarga dan masyarakat sangat senang dengan kedatangan rombongan dalam menyelesaian perdamaian yang dinanti-nantikan, dengan seperti ini kita merasa tidak ada lagi rasa curiga,was-was, saling membenci serta ada rasa dendam dan ini lah yang kita harapkan, ucap keluarga Deni.
Kita berharap kedepan tidak akan ada lagi ada masalah dan bisa menjalin hubungan baik ke pihak TNI yang terjadi di perkebunan sawit PT. KGS yang membuat masyarakat yang menjadi korban pemukulan dan masyarakat sekitar harusnya menjadi bagian dari perusahaan khususnya perkebunan sawit PT.KGS, tutupnya.
Sahrin












