Lubuklinggau, Sumatera Selatan — MITRA KEADILAN |
Kabar baik bagi masyarakat Sumatra Selatan dan Bengkulu. Pembangunan Jalan Tol Lubuklinggau–Bengkulu dipastikan akan dilanjutkan pada 2026. Kepastian itu disampaikan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, yang menegaskan proyek tersebut masih berada dalam daftar prioritas nasional.
Tol Lubuklinggau–Bengkulu diketahui telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, realisasinya sempat tertahan karena pemerintah pusat memfokuskan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Prabumulih–Muara Enim. Penyesuaian itu merujuk pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Daftar PSN, yang mengatur penjadwalan ulang sejumlah proyek infrastruktur.
“Kami sudah menyampaikan kepada Pak Rachmat selaku Wali Kota Lubuklinggau. Saya juga sempat berkoordinasi dengan rekan-rekan Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR. Proyek ini masih masuk dalam RPJMN. Jadi, insyaallah bersama Pak Wali Kota kita akan mendorong agar bisa dieksekusi pada 2026 atau paling lambat 2027,” ujar Fauzi saat ditemui wartawan.
Fauzi menegaskan, pembangunan Tol Lubuklinggau–Bengkulu merupakan bagian dari hak dan tanggung jawab pengelola jalan tol nasional. Menurutnya, keberlanjutan proyek ini sangat penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatra bagian selatan.
“Masih ada harapan besar tol ini benar-benar masuk ke Lubuklinggau. Jika terealisasi, tentu akan memudahkan mobilitas masyarakat yang bepergian dari dan ke Bengkulu, Lubuklinggau, hingga Palembang,” katanya.
Ia juga memaparkan perkembangan pembangunan di sisi Bengkulu. Saat ini, jalan tol tersebut baru terbangun hingga Kecamatan Taba Penanjung dengan panjang sekitar 32 kilometer.
“Sementara dari Taba Penanjung menuju Kepahiang, Curup, sampai Lubuklinggau, masih tersisa sekitar tiga sampai empat ruas lagi yang harus diselesaikan,” jelasnya.
Dengan dorongan dari DPR RI dan dukungan pemerintah daerah, kelanjutan Tol Lubuklinggau–Bengkkulu diharapkan dapat segera terealisasi, sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah Sumatra.












