Mitrakeadilan.com – menjelang hari raya idul adha diduga Oknum kepala Desa Tanjung agung kecamatan karang jaya kabupaten musi rawas utara berinisial AS telah membeli sapi bantuan dari dana Aspirasi dewan yang diberikan kepada masyarakat pada tahun 2018 untuk disembelih dan dipotong kemudian dijual kembali kepada perangkat desa Rabu, (05/07/2023).
Setelah selesai proses pemotongan sapi Seluruh perangkat desa mendapatkan bagian masing-masing seberat 2 kg per Orang dengan harga Rp.150.000,- perkilogram dan bagi perangkat desa yang belum memiliki uang tunai tetap bisa mendapatkan bagian daging sapi kurban sebanyak 2 kg dengan ketentuan akan dibayar oleh perangkat pada saat menerima gaji, hal ini di jelaskan oleh salah salah satu perangkat desa.

Sapi bantuan dana aspirasi diberikan pada masa jabatan kades lama dan setelah selesai menjabat terhitung jumlah sapi bantuan dari dana aspirasi di desa Tanjung agung hanya sisa 2 ekor sapi dan diduga salah satunya dibeli oleh Kepala Desa
Proses pembelian sapi diawali dengan kepala desa mengutuskan kepada kepala dusun 1 saudara BD untuk menemui penerima bantuan ternak sapi dan bermaksud untuk nego harga dan akhirnya di setujui oleh penerima bantuan sapi dengan harga yang sudah disepakati.
Berhasil dikonfirmasi Salah satu mantan perangkat desa tanjung agung, sekaligus penerima bantuan sapi dari dana aspirasi pada tahun 2018 AR membenarkan adanya pembelian sapi oleh kepala desa yang masih aktif menjabat
Menurut AR “Sapi itu saya rawat sejak tahun 2018 waktu itu masih kecil dan sekarang dibeli oleh kepala desa Dengan harga Rp.10.500.000,- sepuluh juta lima ratus ribu rupiah uangnya di bayar tunai oleh kepala desa AS.” Jelasnya
Lanjutnya, sebenarnya dengan berat hati kami harus menjual sapi itu ke kades tapi karena keadaan ekonomi dan istri saya juga dalam keadaan sakit asma yang lumayan parah terkadang saat batuk sudah mengeluarkan darah, terpaksa sapi itu kami jual apalagi uangnya dibayar cash oleh kades. tutupnya.
Dilain tempat pada saat dikonfirmasi oleh awak media ST menjelaskan jika sapi bantuan tersebut diberikan langsung oleh Pauzi amro pada tahun 2018 berjumlah 10 Ekor
“Sapi itu diberikan untuk dipelihara dan di rawat serta di jaga agar bisa berkembang biak dan sapi bantuan ini diberikan langsung oleh Pauzi amro melalui bantuan aspirasi kepada masyarakat Desa Tanjung agung, Tapi sangat di sayangkan bantuan Sapi ini tidak membuahkan hasil, malah sekarang tinggal sisa satu ekor sapi.” Ucap nya
Di sisi lain kepala desa Tanjung agung ketika dikonfirmasi oleh awak media melalui via telepon mengatakan jika sapi yang dia beli dan dibagikan ke perangkat desa berasal dari daerah merasi bukan dari masyarakat desa tanjung agung apa lagi sapi bantuan dana Aspirasi seperti yang dimaksudkan
“Aku beli pakai uang pribadi, tidak ada urusan dengan dana bantuan aspirasi dan sebagainya sapi itu aku beli dari merasi.” Ujar kepala desa (Sahrin)













