
LUBUKLINGGAU, mitrakeadilan.com – Kampus Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar menerima bantuan bus mahasiswa dari Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau.
Bantuan itu diserahkan Kepala Bagian Umum Setda Kota Lubuklinggau dan diterima Rektor IAI Al-Azhaar Lubuklinggau Ibu Dr. Sumaryati, M.Pd.I.
Penyerahan bantuan bus untuk IAI Al-Azhaar Lubuklinggau Senin 18 Desember 2023 itu juga disaksikan Staf Bagian Umum Setda Kota Lubuklinggau, Ketua Yayasan Permata Nusantara Al-Azhaar Ibu Kori’ah, S.Pd.I, Wakil Rektor 1 Bapak Nasution, S.Ag., M.Pd.I, Wakil Rektor 2 Bapak M. Saleh, M.E.I, Wakil Rektor 3 Bapak Aris Sutrisno, SH., MH, Kaprodi MPI dan Kaprodi Perbankan Syariah.

Dr. Sumaryati saat diwawancara menjelaskan, secara simbolis penyerahan bus untuk IAI Al-Azhaar dilakukan Walikota Lubuklinggau saat puncak peringatan HUT Kota Lubuklinggau ke-22, pada 17 Oktober 2023.
“Hari ini (Senin,red) penyerahan busnya secara fisik. Terima kasih kepada pemerintah Kota Lubuklinggau atas bantuannya, sebagai bukti pemerintah sangat mendukung dan peduli dengan perguruan tinggi. Amanah ini akan kami jaga baik-baik dalam meningkatkan komitmen menyiapkan SDM untuk kemajuan kota Lubuklinggau dan sekitarnya,” jelas Dr. Sumaryati.
Dengan adanya bantuan dari Pemkot Lubuklinggau ini, IAI Al-Azhaar Lubuklinggau memiliki dua armada minibus. Bantuan minibus dari Pemkot Lubuklinggau ini bisa menampung 21 orang.
Dengan demikian kata Dr. Sumaryati, tentu sangat membantu dalam operasional kampus, terutama jika ada dosen dan mahasiswa yang akan KKN maupun melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Selama ini, kata Dr. Sumaryati, untuk kegiatan mahasiswa yang mau ke luar kota atau melakukan pengabdian masyarakat harus sewa armada travel. Sehingga mau tidak mau mahasiswa terkena beban sewa bis.
“Saat ini, dengan adanya bantuan bus ini, IAI Al – Azhaar sudah memiliki dua minibus. Sehingga sudah sangat membantu untuk memperlancar kegiatan mahasiswa maupun dosen yang hendak melakukan kegiatan kampus di luar kota. Kalau mahasiswa mau pakai, kampus masih bisa mengakomodir BBM-nya,” jelas Bunda Rektor.
Selain bantuan dari Pemkot Lubuklinggau, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) juga memberikan bantuan bus gratis untuk mahasiswa IAI Al-Azhaar yang pulang pergi dari Muratara ke kampus IAI Al –Azhaar.
“Ada tiga bus mahasiswa dibantu Pemkab Muratara. Sifatnya memfasilitasi bus gratis. Bukan busnya diserahkan ke kampus. Ini sangat membantu meringankan biaya bagi mahasiswa kami dari Kabupaten Muratara yang mau ke Kota Lubuklinggau,” jelasnya.
Dr. Sumaryati sangat bersyukur dan mengaku beruntung dengan semua ini.
Menurutnya semua ini tidak terlepas dari peran Alm. Dr. KH. AH Mansur (Pendiri IAI Al Azhaar) Lubuklinggau yang sudah menjalin kerjasama yang erat, baik dengan Pemkot Lubuklinggau maupun dengan Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara).
“Kami sangat beruntung dan harus bersyukur dengan perjuangan Alm. Dr. KH. AH Mansur, Pemkot Lubuklinggau dan Pemkab Muratara memberikan perhatiannya untuk Kampus IAI Al-Azhaar tercinta,” tuturnya.
Ia juga mengabarkan bahwa, Kampus IAI Al-Azhaar yang terletak di Jl Pelita, Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat 1, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) itu akan segera beralih status menjadi Universitas Islam Nusantara (UIN) Al-Azhaar Lubuklinggau.
Asesmen lapangan alih status tersebut telah dilakukan Direktur DIKTIS Prof. Dr. Zainul Hamdi M.Ag (daring), Dr. Thobib Al-Asyhar, S.Ag., M.Si (Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama DIKTIS Kemenag RI), dan Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im, S.Th.I., M.Fil.I (Kasi PTKIS DIKTIS Kemenag RI) dan dua staf yang ikut langsung menyertai mereka ke IAI Al-Azhaar Lubuklinggau.
“Mohon doanya. Ini kami tinggal menunggu SK UIN Al-Azhaar Lubuklinggau,” jelasnya.(*)












