News  

Warga Perumahan Kecewa, Desak Pemborong Bertanggungjawab Atas Talud Bolak-balik Ambruk, Ketua RT Lapor Dinas PUPR

Lubuklinggau, Sumatera Selatan – Mitra Keadilan |

Kekecewaan warga Perumahan Black Taba Sejahtera RT 07, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, mulai memuncak terkait kondisi talud di wilayahnya untuk kesekian kalinya kembali rubuh. Padahal, talud penahan tanah tersebut belum genap setahun dibangun, setelah selesai dikerjakan pada bulan Desember 2025 lalu.

​Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran yang mendalam di kalangan warga, mengingat talud tersebut sudah jebol beberapa kali dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Warga menduga bahwa kerusakan berulang ini disebabkan oleh kualitas pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi standar, sehingga dikuatirkan dapat membahayakan keselamatan lingkungan perumahan.

​Akibat ketidaknyamanan dan potensi risiko yang ditimbulkan, warga mendesak pihak pemborong untuk segera memberikan pertanggungjawaban dan melakukan perbaikan secara menyeluruh. Sayangnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda itikad baik yang ditunjukkan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

​Selain perbaikan fisik, warga yang merasa dirugikan juga berharap aparat penegak hukum dapat turun tangan untuk mengusut tuntas indikasi korupsi dalam proyek pembangunan talud tersebut. Mereka meyakini bahwa transparansi dan penegakan hukum sangat diperlukan untuk mencegah kerugian lebih lanjut dan memastikan penggunaan dana publik yang akuntabel.

​Menghadapi lambatnya penanganan, Wawan selaku Ketua RT 07 telah berupaya menempuh jalur komunikasi dengan pihak Pemerintah Kota Lubuklinggau. Ia telah menghubungi Kepala Bidang PUPR untuk meminta tindakan eksekusi langsung, agar perbaikan dapat segera terlaksana demi keselamatan dan kenyamanan warga setempat.

​Harapan warga saat ini hanya tertuju pada penyelesaian yang cepat dan tepat dari pihak berwenang. Mereka sangat mengharapkan adanya tindakan konkret agar talud tersebut tidak lagi menjadi ancaman bagi ketenteraman dan keselamatan penghuni perumahan.

Penulis : Binsar Siadari