News  

Banjir Bandang Terjang Desa Tanjung Agung, Akses Jalan Putus dan Rumah Warga Roboh

MURATARA, SUMATERA SELATAN – MITRA KEADILAN |

Suasana mencekam menyelimuti Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Curah hujan tinggi disertai petir yang mengguyur sejak Rabu pagi pukul 08.00 WIB mengakibatkan banjir bandang dahsyat pada Kamis (7/5/2026) dini hari.

Debit air dilaporkan mulai naik secara signifikan sekira pukul 02.30 WIB. Derasnya aliran air sungai yang meluap membuat warga yang bermukim di pinggiran sungai panik dan berhamburan mencari tempat yang lebih aman.
​Trauma Masa Lalu Kembali Terulang

Bagi masyarakat setempat, bencana ini membuka luka lama. Salah satu warga mengungkapkan rasa sedihnya karena bencana ini terasa sangat cepat terulang kembali.
​”Hal ini membuat kami kembali berduka. Rasanya baru kemarin tahun 2024 lalu kami diterpa banjir besar, sekarang terulang lagi,” ujar salah seorang warga dengan nada lirih.

​Keterbatasan ekonomi membuat proses evakuasi berjalan sulit. Mayoritas warga tidak memiliki kendaraan mobil untuk mengangkut barang berharga, sehingga banyak perabotan rumah tangga yang terendam air dan lumpur.
​Seorang warga berinisial Pin menuturkan kepasrahannya kepada awak media saat ditemui di lokasi pengungsian.
“Kami tak bisa berbuat apa-apa. Hanya separuh barang yang bisa diselamatkan, selebihnya sudah basah semua. Banjir kali ini sangat merusak, bahkan ada dua tembok rumah warga yang roboh karena terjangan air,” ungkap Pin.
​Langkah Pemerintah Desa dan Kerusakan Infrastruktur

Kepala Desa Tanjung Agung, Arli Sahrin, tampak hadir langsung di tengah masyarakat untuk memantau situasi dan membantu proses evakuasi. Ia mengonfirmasi bahwa dampak banjir kali ini tidak hanya merusak pemukiman, tetapi juga memutus akses transportasi desa.
​”Bukan hanya rumah, banjir kali ini juga merusak akses menuju Desa Tanjung Agung. Gorong-gorong di jalan penurunan dari Desa Rantau Telang menuju Tanjung Agung kini sudah pecah. Selain itu, terpantau ada empat titik jalan yang retak parah,” terang Arli Sahrin.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di titik-titik pengungsian yang lebih tinggi. Masyarakat sangat mengharapkan bantuan darurat berupa logistik dan obat-obatan dari pemerintah daerah mengingat kondisi cuaca yang masih belum menentu.
​Laporan: Sahrin